Influencer Menangis Menyesal Gagal Liburan karena Tidak Ikuti Saran Pola dari ChatGPT

Merek: PADI8
Rp. 25.000
Bebas Biaya 100%
Kuantitas

Seorang influencer mendadak viral setelah unggahan videonya menunjukkan ia menangis menyesal karena gagal liburan. Dalam pengakuannya, sang influencer ternyata mengabaikan saran pola perjalanan yang sebelumnya sudah diberikan oleh ChatGPT.

Kejadian ini pun ramai diperbincangkan netizen, terutama karena liburan tersebut awalnya dipersiapkan untuk konten media sosial dengan sponsor tertentu.

Awal Mula Kejadian

Influencer tersebut awalnya berencana melakukan perjalanan liburan ke destinasi populer. Namun, karena terlalu percaya pada insting sendiri dan ingin membuat konsep unik, ia mengabaikan rekomendasi pola perjalanan yang sudah dirancang otomatis melalui ChatGPT.

Akibatnya, ia melewatkan jadwal transportasi utama dan kesulitan mendapatkan akomodasi sesuai rencana. Sponsor pun kecewa karena jadwal konten tidak sesuai target.

Pengakuan Sang Influencer

Dalam video yang diunggah di akun pribadinya, sang influencer mengaku sangat menyesal. “Kalau saja saya ikuti pola yang direkomendasikan ChatGPT, mungkin semuanya berjalan lancar. Sekarang saya malah merugi dan kehilangan kesempatan kerja sama,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa teknologi AI sebenarnya bisa menjadi solusi praktis untuk membantu perencanaan, hanya saja rasa percaya dirinya membuat ia mengabaikan saran tersebut.

Reaksi Netizen

Unggahan video tersebut menuai beragam komentar. Ada yang merasa iba dengan kegagalannya, namun tidak sedikit juga yang menilai hal itu bisa menjadi pelajaran berharga untuk selalu menghargai teknologi yang bisa membantu.

Beberapa netizen bahkan membuat candaan bahwa ChatGPT kini lebih bisa diandalkan sebagai “travel planner” daripada influencer itu sendiri.

ChatGPT dan Pola Perjalanan

ChatGPT dikenal mampu membantu menyusun pola perjalanan, mulai dari transportasi, akomodasi, hingga rekomendasi aktivitas. Fungsinya dapat menghemat waktu dan meminimalkan kesalahan yang sering terjadi dalam perencanaan manual.

Kasus ini sekaligus menjadi contoh nyata bahwa mengabaikan rekomendasi berbasis data terkadang bisa berakibat fatal, apalagi jika menyangkut jadwal penting.

Kesimpulan

Kisah influencer yang gagal liburan ini kini menjadi peringatan bagi banyak orang. Menggunakan bantuan teknologi seperti ChatGPT seharusnya bisa menjadi keuntungan, asalkan saran pola yang diberikan dipertimbangkan dengan baik.

Bagi influencer tersebut, pengalaman pahit ini mungkin akan menjadi pembelajaran agar ke depan lebih bijak dalam memadukan kreativitas dengan rekomendasi teknologi.

@PADI8